Pertama, Menunaikan hak hak Allah SWT. Maksudnya adalah jika kita selalu menunaikan hak hak Allah maka Allah pun akan mebukakan pintu rezeki...
Pertama, Menunaikan hak hak Allah SWT. Maksudnya adalah jika kita selalu menunaikan hak hak Allah maka Allah pun akan mebukakan pintu rezekinya. Sebagaimana Allah Berfirman :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S Al-A’raf : 96)
Dari ayat ini para ulama menjelaskan bahwa ibadah dan senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah SWTsesungguhnya merupakan kunci yang mendatangkan rezeki dari Allah SWT.
Selain kita melakukan usaha, ikhtiar dan doa saat berusaha mengais rezeki, itu juga merupakan kunci pembuka rezeki. Karena pada intinya rezeki itu adalah adanya keberkahan walau sedikit tapi berkah jikalau banyak maka bisa berbagi untuk orang lain.
Kedua, berbuat baik kepada orng yang lemah.
Nabi bersabda, “umat ini akan di tolong lewat perantara orang orang lemah, dikarenakan doa, shalat dan keikhlasan mereka”. (HR. Bukhari)
Menolong dan meringankan beban mereka yang lemah, membantu orang yang kesusuahan, yatim piatu, orang miskin. Bisa jadi Allah membukakan untuk kita pintu pintu rahmat karunia dan kebaikan yang sebelumnya tertutup, kemudian terbuka karena doa dari mereka. Subhanallah.
Ketiga, Istighfar
Manusia tidak lepas dari kesalahan dan dosa, di sebabkan sifat lupa, lalai, mengikuti hawa nafsu, godaan setan dan sebagainya. Maka dengan cara istighfar meminta ampunan agar dosa kita dihapuskan.
Imam Al-Qurthubi berkata menerangkan dalam ayat S. Hud : 3. “hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.” Adalah dalil yang menunjukan bahwa istighfar merupakan sarana diturunkanya rezeki dan hujan. ( Baca juga : Empat Amaliah Keistimewaan Istighfar )
Pada akhir ini perlu di ingat oleh kita adalah sesungguhnya rezeki itu bukan hanya sebatas harta saja, tetapi amat luas seperti kesehatan, anak anak, teman teman yang mencintai kita, istri yang shalehah dan banyak lagi yang lainya. Itu merupakan rezeki yang perlu kita syukuri. Wallahu A’lam
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S Al-A’raf : 96)
Dari ayat ini para ulama menjelaskan bahwa ibadah dan senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah SWTsesungguhnya merupakan kunci yang mendatangkan rezeki dari Allah SWT.
Selain kita melakukan usaha, ikhtiar dan doa saat berusaha mengais rezeki, itu juga merupakan kunci pembuka rezeki. Karena pada intinya rezeki itu adalah adanya keberkahan walau sedikit tapi berkah jikalau banyak maka bisa berbagi untuk orang lain.
Kedua, berbuat baik kepada orng yang lemah.
Nabi bersabda, “umat ini akan di tolong lewat perantara orang orang lemah, dikarenakan doa, shalat dan keikhlasan mereka”. (HR. Bukhari)
Menolong dan meringankan beban mereka yang lemah, membantu orang yang kesusuahan, yatim piatu, orang miskin. Bisa jadi Allah membukakan untuk kita pintu pintu rahmat karunia dan kebaikan yang sebelumnya tertutup, kemudian terbuka karena doa dari mereka. Subhanallah.
Ketiga, Istighfar
Manusia tidak lepas dari kesalahan dan dosa, di sebabkan sifat lupa, lalai, mengikuti hawa nafsu, godaan setan dan sebagainya. Maka dengan cara istighfar meminta ampunan agar dosa kita dihapuskan.
Imam Al-Qurthubi berkata menerangkan dalam ayat S. Hud : 3. “hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.” Adalah dalil yang menunjukan bahwa istighfar merupakan sarana diturunkanya rezeki dan hujan. ( Baca juga : Empat Amaliah Keistimewaan Istighfar )
Pada akhir ini perlu di ingat oleh kita adalah sesungguhnya rezeki itu bukan hanya sebatas harta saja, tetapi amat luas seperti kesehatan, anak anak, teman teman yang mencintai kita, istri yang shalehah dan banyak lagi yang lainya. Itu merupakan rezeki yang perlu kita syukuri. Wallahu A’lam

COMMENTS