Kabar Semesta - Badan Gerakan Nasional Pembebasan Blokade Gaza menyerukan otoritas Mesir agar membuka gerbang perbatasan Rafah, yang m...
Kabar Semesta - Badan Gerakan Nasional Pembebasan Blokade Gaza menyerukan otoritas Mesir agar membuka gerbang perbatasan Rafah, yang memisahkan antara wilayah selatan Jalur Gaza dan Mesir, guna meringankan penderitaan warga yang terkatung-katung di kedua sisi gerbang.
Badan Gerakan Nasional Pembebasan Blokade mengatakan, “Setelah 70 hari gerbang Rafah ditutup total, kami menyerukan saudara-saudara di Mesir untuk membuka gerbang dan meringankan penderitaan para pasien yang ingin pergi berobat dan para pelajar yang terkatung-katung.”
Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di Gaza menegaskan bahwa otoritas Mesir terus menutup gerbang Rafah selama tiga bulan terakhir berturut-turut di tengah-tengah ribuan kasus kemanusiaan yang sangat membutuhkan melakukan perjalanan ke luar Jalur Gaza.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di Gaza, Iyad Elbazam menyatakan ada sekitar 30 ribu kasus kemanusiaan yang terdaftar, mereka sangat membutuhkan perjalanan segera di antaranya adalah para pasien, pelajar dan kasus kemanusiaan lainnya.
Selama tahun 2016 ini, hanya tiga hari saja gerbang Rafah dibuka, meskipun otoritas Mesir terus diserukan untuk membuka gerbang.
Otoritas Mesir terus menutup gerbang Rafah sejak tahun 2013 secara penuh, gerbang dibuka hanya selama beberapa hari saja untuk kasus-kasus kemanusiaan. (mk/knrp)
Sumber : KNRP
