Kesempurnaan Dalam Keterbatasan ( Bilal bin Rabbah )

Kabar Semesta   -  Jika kamu beranjak sebentar pada zaman generasi sahabat, kita menjumpai banyak teladan yang luar biasa. Bilal bin Rabba...

Kabar Semesta - Jika kamu beranjak sebentar pada zaman generasi sahabat, kita menjumpai banyak teladan yang luar biasa. Bilal bin Rabbah, budak Umayyah bin Khalaf yang dipandang rendah oleh masyarakat waktu itu. Budak berkulit hitam yang mendapat kemuliaan dengan memeluk islam dan berjuang demi keyakinannya. Mengetahui budaknya mengucapkan Syahadat, maka Umayyah pun terbakar hatinya. Tali pun dikalungkan di leher bilal dan diikatnya kencang-kencang. Dimintalah oleh Umyyah anak-anak kecil membawa lari Bilal di sebuah bukit di Mekah layaknya hewan. Pukulan tongkat keras juga mendera di punggung Bilal. Tidak hanya itu, dia di jemur dibawah terik matahari, tidak diberi makan dan minum. Hinggan puncaknya Bilal ditelentangkan diatas pasir, dan ditindih batu besar diatas dadanya.

Umayyah pun meminta Bilal untuk melepas keyakinannya. “Ingkari Muhammad atau kembali ke Lata dan Uzza!” apa yang diucapkan Bilal? Dengan hatinya yang merdeka ia berucap, “Ahad, Ahad….” Dalam penjajahan fisiknya, dalam keterbatasan raganya justru Bilal menemukan kemerdekaan sejati, kemerdekaan jiwa.

Bilal menjadi muazin Rosululloh yang tidak tergantikan. Menyerukan panggilan sholat untuk kaum Muslimin semasa Rosululloh hidup. Dia memutuskan berhijrah setelah Rasululloh meninggal , guna mendekatkan diri pada Rabb-nya. Hingga suatu saat, Khalifah Umar bin Khatab memanggil beliau ke Madinah untuk mengumandangkan azan. Kaum Muslimin rindu pada azan Bilal sekaligus rindu pada Rosululloh. Azannya Bilal berarti mengantarkan kenangan bersama Rasululloh.

Panggilan sholat yang dikumandangkan oleh Bilal seperti pita rekaman yang diputar. Madinah pun mencucurkan air mata. Kaum Muslimin menangis teringat kenangan bersama Rasululloh ketika pertama kali diajak untuk memeluk Islam, penyambutan kedatangan Rasululloh saat berhijrah, atau saat dipersatukan kaum Anshar  di bawah Islam dan dipersaudarakan dengan Muhajirin. Belum lagi suka duka perjuangan bersama beliau ketika Perang Badar, Uhud, Khandak, dan berbagai kenangan lain bersama beliau.
Sumber : Master from Minder
Baca Juga:
Nama

Kabar Dunia,190,Keluarga,36,Kesehatan,51,Muslimah,45,Nasehat,178,Politik,14,Serba-Serbi,3,Z-Kabar,126,Z-Rekomendasi,23,
ltr
item
Kabar Semesta: Kesempurnaan Dalam Keterbatasan ( Bilal bin Rabbah )
Kesempurnaan Dalam Keterbatasan ( Bilal bin Rabbah )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhvt0MXPwAnZ1lYQIZkofnFICnIq14nYy0f-KckGuWLXG9kPlDJrXm057Y7d_6DGk9B1lCKsbjYEhsXZtB4Zkegl070kN8GG9L-3yqlqx53fOGzY6R4OLDw6YqywNtEDpzpyWFvF4h3zyk/s640/love-our-water.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhvt0MXPwAnZ1lYQIZkofnFICnIq14nYy0f-KckGuWLXG9kPlDJrXm057Y7d_6DGk9B1lCKsbjYEhsXZtB4Zkegl070kN8GG9L-3yqlqx53fOGzY6R4OLDw6YqywNtEDpzpyWFvF4h3zyk/s72-c/love-our-water.jpg
Kabar Semesta
https://kabarsemestaku.blogspot.com/2016/04/kesempurnaan-dalam-keterbatasan-bilal.html
https://kabarsemestaku.blogspot.com/
http://kabarsemestaku.blogspot.com/
http://kabarsemestaku.blogspot.com/2016/04/kesempurnaan-dalam-keterbatasan-bilal.html
true
1791846444007685773
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS LIHAT SEMUA DIREKOMENDASIKAN LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy