Kabar Semesta - Jika kamu beranjak sebentar pada zaman generasi sahabat, kita menjumpai banyak teladan yang luar biasa. Bilal bin Rabba...
Umayyah pun meminta Bilal untuk melepas keyakinannya.
“Ingkari Muhammad atau kembali ke Lata dan Uzza!” apa yang diucapkan Bilal?
Dengan hatinya yang merdeka ia berucap, “Ahad, Ahad….” Dalam penjajahan fisiknya,
dalam keterbatasan raganya justru Bilal menemukan kemerdekaan sejati,
kemerdekaan jiwa.
Bilal menjadi muazin Rosululloh yang tidak tergantikan.
Menyerukan panggilan sholat untuk kaum Muslimin semasa Rosululloh hidup. Dia
memutuskan berhijrah setelah Rasululloh meninggal , guna mendekatkan diri pada
Rabb-nya. Hingga suatu saat, Khalifah Umar bin Khatab memanggil beliau ke
Madinah untuk mengumandangkan azan. Kaum Muslimin rindu pada azan Bilal
sekaligus rindu pada Rosululloh. Azannya Bilal berarti mengantarkan kenangan
bersama Rasululloh.
Panggilan sholat yang dikumandangkan oleh Bilal seperti pita
rekaman yang diputar. Madinah pun mencucurkan air mata. Kaum Muslimin menangis
teringat kenangan bersama Rasululloh ketika pertama kali diajak untuk memeluk
Islam, penyambutan kedatangan Rasululloh saat berhijrah, atau saat dipersatukan
kaum Anshar di bawah Islam dan
dipersaudarakan dengan Muhajirin. Belum lagi suka duka perjuangan bersama
beliau ketika Perang Badar, Uhud, Khandak, dan berbagai kenangan lain bersama
beliau.
Sumber : Master from Minder
Sumber : Master from Minder
