Kabar Semesta - Semua orang merasakan buah karya Thomas Alva Edison. Berkat penemuannya, dunia ini terang dengan lampu pijar. Selain ...
Ibunya memahami kondisi Edison. Sebagai seorang ibu
sekaligus guru, memotivasi Edison adalah tugas utamanya. Meyakinkan diri bahwa
anaknya memiliki bakat dan kelak akan menjadi orang berjasa bagi orang banyak.
Harapan dan perjuangan mendidik anaknya semakin menunjukan terang.
Sifat ingin tau Edisin menjadi bekal utama, mulai dari
pembedahan hewan-hewan untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Persis seperti
sekolah alam atau kisah bocah petualang barangkali. Percobaan bahan kimia,
bongkar-bongkar telegraf butut pernah dilakukannya. Hingga pada suatu saat
karena aktivitasnya Edison hamper kelihangan pendegarannya akibat kecelakaan.
Dia mengatakan pada orang-orang “Cacat (kehilangan pendengaran) bukanlah
penghalang bagiku. Justru dengan kondisi ini aku banyak memiliki waktu untuk
berpikir dari pada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.”
Success
isn’t a right but it’s a must, sukses bukan merupakan hak tetapi sebuah
keharusan. Setiap orang harus mewajibkan dirinya sendiri untuk menjadi sukses.
Dalam kacamata kita, Edison gagal ribuan kali dalam percobaab
menemukan bahan yang efektif untuk lampu pijarnya. Namun apa yang dikatakannya?
Dia justru mengatakan, “ Aku bukan gagal. Aku telah berhasil menemukan sekian
bahan yang tidak efektif untuk lampu pijar.” Kegagalan Edison menjadi jalan
yang mendekatkan pada keberhasilan dalam penemuannya.
Kita patut berterima kasih atas jasa-jasa Edison. Kini, kita
menikmati terangnya lampu pijar di malam hari.
Bagi seorang muslim tentunya kita harus lebih bersemangat
untuk berkarya melebihi Edison. Kerena, Allah menjanjikan pahala yang mengalir
walaupun orangnya sudah meninggal. Pahala dari amal jariyah. Ibaratkan asset
yang terus menambah pemasukan walaupun pemilik asetnya tidak bekerja. Rasul
menasihati kita semua bahwa manusia terbaik adalah dia yang paling banyak bermanfaat
bagi orang lain. Manusia yang tidak menjadi beban bagi orang lain. Manusia yang
tidak menjadi beban bagi orang lain, manusia yang siap menolong siapapun yang
membutuhkan bantuan, manusia yang memiliki banyak amal jariyah, manusia yang
banyak memiliki asset untuk kemaslahatan umat dan akhirat.
