Kabar Semesta - Mengapa harus sukses? Dari awal kehadiran kita di dunia ini, banyak orang yang telah berkorban demi kita. Seorang ibu mel...
Kabar Semesta - Mengapa harus sukses? Dari awal kehadiran kita di dunia ini, banyak orang yang telah berkorban demi kita. Seorang ibu melahirkan anaknya dengan penuh perjuangan, pertarungan antara hidup dan mati. Rasa sakit yang sangat saat mendorong bayi tak berdaya itu keluar dari rahimnya. Jika tidak bisa selamat dua-duanya, seorang ibu tentunya merelakan nyawanya demi anak tercinta . oleh karena itu, dalam islam, meninggalnya seorang ibu saat melahirkan digolongkan mati syahid.
Setelah melahirkan ada fase pengasuhan. Jika diamati
ternyata tidak mudah menjadi orangtua. Seorang ibu mau tidak mau harus bangun
ketika bayinya terjaga dan menangis di tengah malam. Alangkah capeknya seorang
ibu, selain mengurus bayinya masih juga mengurus suaminya, bekerja mencari
tambahan penghasilan untuk kebutuhan anak. Waktu untuk menjalani hobinya
berkurang banyak, dan rehat sejenakpun sepertinya susah.
Demikian pula bagi seorang ayah ; ia harus bekerja keras
demi anak dan istrinya. Merelakan berpuasa, menahan lapar, uang yang dimiliki
diperuntukkan bagi istri dan anaknya. “Puasa tidak apa-apa asalkan istri dan
anak gizinya tercukupi,” begitu kira-kira alas an para ayah yang mau berkorban.
Pengorbanan besar seorang ayah demi menhidupi keluarganya
merupakan hal yang tidak tergantikan. Belum lagi perjuangannya untuk membiayai
sekolah anak atau mencari utang saat anaknya sakit. Bahkan kadang ia
berpuasa untuk tambahan belanja istri
dan uang saku anak sekolah. Fisik boleh lemah tapi semangat mengalahkan
segalanya untuk menjadikan anak lebih baik dari mereka.
Disebutkan Ibnu Asakir dari Anas, bahwa Rasul mengatakan,
“Jika salah dari kamu mati lantaran susah dan sedih (karena memikirkan belanja
keluarga), di sisi lain Allah lebih baik dari pada seribu kali sabetan pedang
di jalan Allah.”
Saat seorang anak masih terlelap dalam tidur pagi, saat itu
pula seusai shalat Subuh seorang ayah sudah siap-siap berangkat kerja. Saat
seorang anak terlelap dalam tidur di tengah malam, saat itu pula seorang ibu
mengambil air wudhu menantang dinginnya malam dan rasa kantuk untuk menhadap
Rabb-nya, memohon bagi buah hati agar Dia melancarkan jalannya, membuka pintu
rezekinya, dan senantiasa diberikan yang terbaik. Bahkan orangtua terkadang
sulit tidur karena memikirkan anaknya yang jauh disana (karena kuliah maupun
kerja). Jika pun kelak Allah “memanggi” mereka lebih awal, tentulah yang
dipikirkan oleh orangtua juga anaknya. “Bagaimana sengan anak-anak saya jika
saya meninggal sekarang?”
Tidak ada alasan untuk tidak menjadi oraang sukses. Tidak cukup
Anda menjadi orang baik, Anda haruslah menjadi yang terbaik. Kata-kata ini
seharusnya terus digemakan dalam setiap jiwa. Melakukan hal-hal terbaik dengan
cara terbaik pula. Membayar segala pengorbanan orang-orang yang mencintai kita
sebelum waktu mendahului, sebelum takdir maut memutus kenikmatan, kesempatan,
sebelum semuanya terlambat. Bayarlah hidupmu dengan prestasi-prestasi dan
keberhasilan –keberhasilan kecil yang menjadikan kita percaya diri untuk
melangkah. Membuat keberhasilan-keberhasilan kecil yang akan menjadi batu
penyusun prasasti dan sejarah keberhasilan kita.
Tidak cukup anda menjadi orang baik,
Anda haruslah menjadi
yang terbaik.
