Kabar Semesta - Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah dating seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ing...
Kabar Semesta - Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah dating seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya ( dari dosa ) , atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kaepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang dating kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran) , sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya.” (Qs Abasa [80]: 1-10).
Orang buta yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Abdulloh
bin Ummi Maktum. Berita tentang kedatangan agama baru yang mengabarkan bahwa
semua manusia itu sama kedudukannya didengar Abdulloh. Semangatnya sedemikian
kuat sampai-sampai dia berani menyela ketika Rasululloh sedang berbicara dengan
para pembesar Quraisy. Rasululloh merasa tidak senang, tampak dari raut muka
beliau yang masam. Justru atas sikap inilah Allah menegur beliau lewat ayat di
atas.
Dalam perjalanannya, Abdulloh membuktikan bahwa kebutaan
bukanlah penghalang dirinya untuk meraih kedudukan yang terbaik disisi Allah SWT. Rasululloh
pernah menyerahkan amanah kepadanya sebagai wakil beliau di Madinah, yakniketika
kaum Muslimin pergi bertempur di Uhud. Ketika Bilal bin Rabbah berhalangan,
Abdulloh lah yang diminta menyerukan panggilan sholat.
Demikian Abdulloh membuktikan keterbatasan fisik bukan
penghalang meraih posisi terbaik. Dan akhirnya pada pertemuan Qadisiyyah di
bawah panglima Sa’ad bin Abi Waqqash,
dia berhasil meraih cita-citanya, syahid dijalan Allah SWT. Syahid sebagai
pemegang panji pasukan Islam.
Sumber : Master from minder
