Kabar Motivasi -Menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Sering kali kita dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak ada manusia terbaik untuk me...
Kabar Motivasi -Menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Sering kali kita dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak ada manusia terbaik untuk memimpin bangsa ini. Mau tidak mau, kita pun terpaksa memilih calon pemimpin yang berkadar pas-pasan; dengan kata lain memilih yang terbaik dari pilihan-pilihan buruk. Sebagian dari kita memilih untuk tidak memilih alias (golput) atas kenyataan ini.
Kita tentu tidak bisa menyalahkan keadaan tanapa melakukan tindakan solutif. Di sinilah dibutuhkan persiapan menghadirkan manusia-manusia terbaik. Caranya dimulai dari diri sendiri dengan mendidik diri menjadi yang terbaik, problem solver bukan malah problem maker.
“….sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya.” (Q.s at-Tin [95] 4).
Allah menganugerahkan modalkepada manusia berupa bentuk dan
sebaik-baiknya (kesempurnaan). Sebaik-baiknya, “ahsan” dalam bahasa Arab
merupaka bentuk superlative. Ahsan sejajar (dalam bahasa inggris) dengan The
best yang berarti terbaik.
Potensi terbaik yang Allah berikan apakah benar-benar
menjadi kapabilitas, tergantung dari individu sendiri dalam mengarahkan dirinya
dan memilih lingkungan yang tepat. Ibaratnya, bibit tanaman yang baik (unggul)
akan tumbuh dan menghasilkan buah tergantung pemeliharaanya; pemulihan tempat
yang subur, pemupukan, pengairan, penjagaan dari hama, dan seterusnya.
Dan orang-orang
berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri-istri kami dan keturunan
kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang
yang bertakwa,” (Q.s al-Furqon [25] : 74).
Doa diatas senantiasa dilantunkan oleh orang tua untuk
keluarganya. Betapa besar yang mereka harapkan dari anaknya. Merekamengajukan
“proposal” kepada Allah, setiap saat tanpa bosan-bosannya, sekaligus menunjukan
komitmen dan harapan besar itu.
Orang-orang terbaik diantara orang-orang terbaik. Seseorang
diharapkan oleh orangtuanya menjadi best of the best. Menjadi imamnya
orang-orang bertakwa, menjadi pemimpinnya para pewaris negeri, dan pemimpin di
surga nanti.
Harapan orang tua terpatrikan dalam nama yang diberikan.
Setiap nama mengandung maksud, menggambarkan cita0cita, dan harapan orangtua.
Penerus cita-cita mereka adalah putra-purinya tercinta. Memanggil nama anak
dengan sebutan yang baik merupakan doa. Sebagaimana seorang sahabat, Zubair bin
Awwam, yang menamai anaknya dengan nama para syuhada dengan harapan anak
tersebut menginginkan mati syahid sebagaimana pemilik para gelar syuhada.
