Kabar Semesta - Mampu hafal ayat-ayat suci Al-Qur’an merupakan harapan dan cita-cita banyak orang Islam. Tidak sedikit orang tua dari ...
Kabar Semesta - Mampu hafal ayat-ayat suci Al-Qur’an merupakan harapan dan cita-cita banyak orang Islam. Tidak sedikit orang tua dari keluarga muslim mengirimkan anaknya untuk bersekolah ke pondok pesantren dengan tujuan agar dapat menghafal Al-Qur’an. Mengapa banyak orang Islam igin menghafal Al-Qur’an? Karena orang yang di anugerahi kemampuan untuk menghafal Al-Qur’an adalah orang-orang istimewa; , mereka berkesempatan untuk ikut merawat dan menjaga keutuhan susunan ayat dari salah satu kitab suci dari empat yang diyakini umt Islam, yakni Al-Qur’an. Islam memberi ganjaran setimpal untuk orang-orang yang mampu menjaga hafalan Al-Qur’an itu dengan surga, kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.
Meski banyak yang berkeinginan untuk mampu menghafal Al-Qur’an, namun untuk mencapai kemampuan ini dibutuhkan lelaku-lelaku khusus yang mendukung proses hafalan. Salah satunya dengan cara riyadhah spiritual, yakni bangun malam untuk mrndirikan shalat tahajud. Thajud merupakan lelaku bathiniah yang diharapkan mampu mrnjaga keseimbangan psikis sekaligus fisik seorang pebghafal Al-Qur’an. Ulama-ulam masa lalu menjadikan tahajud sebagai amalan utma untuk menggapai mukjizat berupa kemampuan hafal Al-Qur’an itu.
Dari Ibnu ‘Abbas berkata tentang ayat Al-Muzzam-mil: “Dirikanlah shalat malam sepenuhnya, kurang sedikit atau setengah” telah dihapus oleh ayat “Allah mengetahui kalian tidak sanggup memenuhinya, karena itu Dia mengampuni kalian, kemudian bacalah ayat-ayat yang mudah (engkau hafal ). “Sementara itu, arti ‘nasyiatul laili’ ialah mulanya shalat Lail dilakukan awal malam karena diwaktu itu kalian lebih mudah melaksanakan apa yang diwajibkan oleh Allah mengenai shalat malam (tahajud). Demikian itu bukan bukan tugas seseorang sesudah tertidur karena ia tidak tahu kapan dapat bangun. Ayat ‘aqwamu qiila’ bermakna yang bersangkutan lebih mudah memahami Al-Qur’an. Ayat ‘inna laka fil qur’aani sabhan thawiila’, bermakna engkau (Muhammad ) mempunyai kesempatan yang lama untuk membaca Al-Qur’an.(HR. Baihaqi).
Hafal Al-Qur’an adalah anugerah istimewa bagi umat Islam. Anugerah itu tidak saja melahirkan kebanggan diri, keluarga dan masyarakat tetapi juga kebahagiaan dunia dan akhirat. Seperti sabda Nabi Saw :
Dari jabir ra., ia berkata : Nabi Saw mengumpulkan dua orang mati terbunuh dalam perang Uhud dalam satu liang kubur, kemudian beliau bersabda : Yang mana si antara keduanya yang lebih banyak mengerti Al-Qur’an? Tatkala ada orang yang menunjuk salah satunya, maka bacaan mendahulukannya (orang yang mengerti lebih banyak Al-Qur’an) ke dalam liang lahat. (HR. Bukhari).
Sumber : tahajud energi sejuta mukjizat
