Kabar Semesta - Shalat tahajud memang bukan ibadah wajib, tetapi ia merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Di waktu tahajud i...
Kabar Semesta - Shalat tahajud memang bukan ibadah wajib, tetapi ia merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Di waktu tahajud itu lah seorang hamba dapat mengadukan berbagai keluh-kesah, tentang masalahnya, mengetuk pintu hati Allah agar mengulukan tangan-Nya. Sebuah hadist mengingatkan kita :
Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Saw. Beliau bersabda :
apabial Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya
berfirman : Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia.
Kemudian Jibril mencintai orang itu dan berkata pada langit : Sesungguhnya
Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia. Penghuni langit pun akhirnya
mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi.
(HR. Bukhari dan Muslim).
Tahjud merupakan saat yang tepat bagi seorang hamba untuk
mengapai mukjizat hidup: mengubah kemiskinan menuju kekayaan. Seorang yang
dalam hidupnya diwarnai dengan sikap tawadu’ penuh syukur, yakni merunduk
dihadapan-Nya setiap malam hari, adalah orang-orang yang siap meraup anugerah
kekayaan jiwa, sekaligus harta. Begitu pentingnya ibadah ini, Rasululloh Saw.
Merasa perlu menegur anak perempuan, Fatimah, dan menantunya, Ali bin thalib,
untuk bangun shalat tahajud.keluarga ali adalah keluarga yang hidup di tengah
kemiskinan.
Zuhri berkata : Ali bin Husein menceritakan Husein bin Ali
bercerita kepadanya,’Ali bin Thalib menceritakan : “Di suatu malam, sungguh
Rasululloh pernah membangunkannya beserta Fatimah, mengetuk pintu rumah seraya
bersabda : ‘Tidakkah kalian bangun shalat?’ Kujawab, ‘duhai Rosul, diri ini
ditangan Allah. Jika Dia berkehendak membangunkan, kami tentu bangun.’ Nabi
lantas pergi mendengar kata-kataku itu, dan tak kembali sedikitpun. Saya dengar
beliau memukul paha sembari berseru, ‘Sungguh manusia itu makhluk yang suka
membantah.’ (HR. Baihaqi).
Bagaimana tahajud mengubah kemiskinan menuju kekayaan ?
karena di tengah tahajud itu seorang hamba merenungkan diri dan keluarganya. Di
tengah keheningan malam nan senyap itu, dia tidak semata melamunkan nasib yang
tak kunjung jelas, namun merancang berbagai kemungkinan perubahan nasibnya.
Ketika terhanyut dalam tahajud itulah seorang hamab menyadari betapa kemiskinan
telah menjebak umat beragama untuk berbuat lebih banyak amal sholeh yang beruna
bagi perubahan masyarakatnya. Lantas, di tengah sesengguk dan derai air mata
itu, ia merajuk pada-Nya seraya berseru : Duhai Tuhan, mala mini kuteguhkan
tekadku untuk menggerakkan revolusi, dari kemiskinan menuju kekayaan!
Kesadaran untuk berkarya secara maksimal itulah yang mampu
mengubah hidup seorang muslim, menggerakkan revolusi diri, dari kemiskinan
menuju kekayaan; kekayaan yang tidak semata-mata bermakna material tetapi juga
spiritual.
Sumber : Tahajud energi sejuta mukjizat
