Kabar Semesta - Sebut saja namanya Rizki. Usianya kira-kira 7 tahun, tepat duduk di kelas satu SD di semarang. Setiap hari dia menent...
Kabar Semesta - Sebut saja namanya Rizki. Usianya kira-kira 7 tahun, tepat duduk di kelas satu SD di semarang. Setiap hari dia menenteng termos es berisi berbagai makanan ringan dan minuman, ketika berangkat sekolah. Rupanya dia bersekolah sambil berjualan.
Sungguh kagum jika bertemu dengannya. Waktu istirahat
digunakan untuk menawarkan dagangannya tersebut pada teman-teman sekolahnya.
Keberaniannya menawarkan itu perlu di acungi jempol. Jika kita bandingkan,
anak-anak SMA atau kuliahan pasti malu ketika diminta sekolah atau kuliah
sambil menenteng barang dagangannya.
Fantastis uang yang didapatkan Rizki. Setiap hari dia
mendapat uang hingga Rp 30.000,00. Bayangkan saja,jika masuk sekolah satu bulan
= 24 hari berarti ia bias mengumpulkan uaang Rp 720.000,00! Angka ini melibihi
rata-rata- UMR di Jawa Tengah. Ketika ditanga mengenai penggunaan penghasilan
uangnya,ia mengatakan bahwa uangnya untuk ditabung. Usut punya usut ternyata
dia bercita-cita ingin punya mobil.
Berapa banyak anak usia SD yang sudah mempunyai cita-cita
jelas dan langkah nya seperti Rizki? Jangankan siswa SD, mahasiswa yang sudah
lulus saja masih banyak yang masih bingung dengan arah hidupnya.
Kisah lain saya dapatkan ketika saya masih menjadi trainer
disekolah bisnis anak,BIZZ4KIDS Semarang. Waktu itu sedang membimbing anak usia
SMP. Saya mengajaknya untuk menuliskan perencanaan usahanya dalam mistar usia (garis dengan angka-angka
menunjukan usia muda hingga tua). Luar biasanya dia meletakkan puncak bisnisnya
ddiusia 35 tahun.
Dalam ilmu psikologi perkembangan, dikenal adanya golden
age, usia seorang menduduki puncak karirnya, puncak keberhasilannya dalam
hidup.golden age seseorang kira-kira pada usia 40 tahun. Mereka mengalami
keberhasilan dalam kehidupannya akan meraih kepuasan hidup. Kepuasan hidup yang
dirasakan menjadi bahan cerita membanggakan bagi anak cucunya. Karena itu masa
lansia menjadirefleksi perjalanan hidup dan mendekatkan diri pada kehidupan
akhirat.
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada
kedua ibu bapaknya; ibunya mengandungnya dengan susah payah , dan melahirkannya
dengan susah payah (pila). Mengandungnya sampai menyapihanya adalah tiga puluh
bulan,sehingga apabila telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa “Ya
Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang yelah Engkau
berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat membuat amal yang
saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan)
kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya
aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs al-Ahqaf [46] : 15).
Sumber : Master from Minder
