Kabar Semesta - Orang yang tidur terlalu lama, terhanyut dalam selimut, adalah orang yang yang dibelenggu oleh setan. Itulah sebabnya...
Kabar Semesta - Orang yang tidur terlalu lama, terhanyut dalam selimut, adalah orang yang yang dibelenggu oleh setan. Itulah sebabnya, merekaa yang berusaha keras untuk sudi bangun malam adalah oralah orang-orang pilihan, dan sedia meluangkan waktunya untuk menempa kecerdasan spiritual, emosional, sekaligus intelektual. Mereka menampik kekuatan setan dengan cara mengambil air wuduhu, lantas ditengat keheningan itu mereka membangun kembali keseimbangan diri, mengembalikan kekuatan oikir dan oleh jiwa guna meraup kecerdasan . setan adalah musuh utama orang yang ingin cerdas! Karena itu, Rasul Saw. Tak henti-henti mengingatkan umatnya , bahwa setan musuh terbesar nomer satu yang harus dilawan, bila umatnya ingin membangun kecerdasan!
Dari Abu Hurairah, sungguh Rasululloh bersabda, :Setan
diikat pada kuduk seseorang di antara kalian . bila ia tidur, tiga simpul ikat
dipasang. Tiap simpul diikat se-panjang malam. Bila ia bangun, lantas menyebut
nama Tuhan, satu ikatan lepas. Jika ia wudu, satu ikatan lepas, dan jika ia
bangun tahajud, satu ikatan lepas sehingga pagi harinya ia cekatan dan jernih
jiwanya. Namun, bila dia tidak bangun tahajud, maka pagi hari hatinya suntuk
lagi malas.”
Maka pahamlah kita , mengapa banyak orang pintar rajin
tahajud. Karena dengan tahajud itu kita meraup energy yang jernih bertebar di
sekitar keheningan malam, mengelolanya seraya menggerakkan energy itu untuk
embangun sendi-sendi kecerdasan. Kesunyian tidak diguakan untuk melamun hal-hal
jorok, justru inilah makna, bahwa tahajud mampu mengubah kebodohan menuju
kecerdasan. Kebodohan bukanlah takdir, tetapi leh sebab tiada tekad untuk
mrngubahnya. Tahajud adalah gerakan revolusi sejati seorang hamba yang ingin
hidup cerdas! Dari tahajud, di tegah keheningan malam itu, dia meneguhkan
tekadnya untuk melepas belenggu kebodohan, bisikan setan, mengubahnya menuju
tradisi baru, tradisi hidup cekatan dan jernih jiwa dengan cara banyak belajar,
khususnya membaca dan menulis.
Seorang muslim sejati pasti sadar diri, bahwa menutu ilmu
itu wajib, bagi muslim lelaki maupun muslim perempuan. Menuntut ilmu juga harus
dilaksanakan sepanjang hayat dikandung badan, tidak hanya berhenti di bangku
sekolah formal. Bagi seorang muslim, kesdaran menuntut ilmu yang diraupnya di
tengah keheningan malam itu akan mengantarnya kepada pemahaman, bahwa belajar
bias dilaksanakan kapan saja, termasuk di tengah keheningan malam. Kesadaran
penting itulah yang pernah difirmankan oleh Allah SWT.:
Katakanlah: "Adakah sama
orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Sumber : Tahajud energi sejuta mukjizat
