Kabar Motivasi -The secret. Buku karya Rhonda Byrne itu begitu fenomenal. Cukup banyak judul buku yang kemudian diembel-embeli kata “The Se...
Kabar Motivasi -The secret. Buku karya Rhonda Byrne itu begitu fenomenal. Cukup banyak judul buku yang kemudian diembel-embeli kata “The Secret”. Pengekoran dalam penjudulan memang hal yang lumrah terjadi.
Selain versi buku, saya juga menonton film The Secret. Kisah
yang menarik dan masih saya ingat dalam versi film salah satunya adalah seorang
pria dewasa yang pindah rumah. Dikisahkan bahwa pria tersebut baru pindah rumah
. ketika pindah rumah, semua barang-barang penting dimasukkan ke kardus, diangkut
atau dipaketkan.
Suatu waktu, anak lelakinya sedang membongkar-bongkar
barang-barang di kardus. Anak tadi menemukan papan aneh; Si Ayah bukan sejenis
mainan. Anak itu kemudian memberi tahu ayahnya. Si ayah kemudian menghampiri
anaknya, mengambil papan aneh itu, dan melihatnya secara cermat. Betapa
terkejutnya dia karena gambar di papan aneh itu persis seperti rumah yang baru
di tempatinya. Teringatlah dia dulu pernah mendaftar semua impian-impiannya,
kemudian menuliskan dan melengkapinya dengan gambar agar benar-benar nyata,mudah diingat, dan
terekam dalam otak bawah sadar.
Pria itu baru sadar ternyata impiannya yang dulu ditulis
banyak yang tercapai, bahkan hamper semua. Betapa dia merasa bahagia, beruntung
dulu pernah menuliskan dan menyakininya. Demikianlah rahasia kesuksesan pria
itu: visualisasi dan afirmasi.
Visualisasi berarti menjadikan semua yang ada dalam
pikirannya diwujudkan dalam bentuk bias dilihat. Membayangkan sesuatu yang
diidam-idamkan termasuk bagian dari visualisasi. Adpun afirmasi berarti
pengulangan kata-kata, terutama kata-kata positif akan cita-cita.
Prisip kerja The Secret adalah hokum tarik-menarik ( Law of
Atraction ). Visualisasi dan afirmasi akan memancarkan gelombang otak dan
menarik apa-apa yang divisualisasikan. Terkesan ateis memang, hingga R.B
sentanu menulis Quantum Iklas untuk memberikan perspektif yang lebih mendekati
nilai islam.
Lepas dari itu semua, saya meyakini visualisasi dan afirmasi
bias digunakan sebagai kompas cita-cita kehidupan dan sekaligus digunakan sebagai
bahan bakar untuk membangkitkan kembali ketika semangat kita melemah. Motivator
Jammil Azzani menggarapnya dalam bentuk training, salah satunya dengan “tage
line” “Tuhan Inilah Proposalku.” Beliau mengajarkan para peserta untuk
memvisualisasikan semua impiannya sekaligus mengafirmasikan dalam rangka
mencapai cita-cita tersebut. Bukan hanya dunia tetapi akhirat juga.
Kita bias mengambil pelajaran dari John Goddard. Saat berusia
15 tahun (tahun 1940), saat anak-anak Indonesia sedang menghafal nama-nama
pahlawan dan berbagai perjanjian dalam pelajaran sejarah, atau membayangkan
peta-peta dalam buku geografi. Godard menuliskan tempat tempat yang akan
dijadikan sejarah dalam hidupnya, ada 127 impian dalam hidup yang dibuatnya.
Ketika dia berusia 47 tahun, dia telah mencapai 103 impian yang dulu
dituliskannya. Luar biasa.
Sumber : Master from minder
