Kabar Semesta - Salah satu keistimewaan yang ditawarkan oleh tahajud adalah waktu-waktu mustajab bagi doa kita. Misalnya, saat rukuk ...
Kabar Semesta - Salah satu keistimewaan yang ditawarkan oleh tahajud adalah waktu-waktu mustajab bagi doa kita. Misalnya, saat rukuk dan sujud kita bias menyerukan doa kepada Allah, ibaratnya kita mengirim surat cinta kepada kekasih kita. Apa yang hemdak kita ungkapkan dalam surat cinta itu? Dalam sujud dan rukuk tahajud, kita dianjurkan membaca doa yang panjang, sesuai harapan kita, karena doa pada saat rukuk dan sujud itu mustajabah dan mampu menggerakkan kekuatan rahasia. Seperti dijelaskan berikut:
Dari Abu Ishaq, dari Mukharriq,
katanya: Aku lewat depan Abu Dzar di Rabdzah, ketika haji. Aku mampir ke
rumahnya. Aku lihat dia dengan shalat berdiri singkat, kira-kira sama dengan
aku membaca surat Al-Kautsar dan An-Nashr: tetapi, dia rukuk dan sujud sangat
lama. Tatkala usai, kutanyakan kepadanya: Hai Abu Dzar, aku melihatmu berdiri
shalat sebentar, tetapi rukuk dan sujud sangat lama. Jawabnya: Aku mendengar
Nabi bersabda: Tiada orang sujud sekali kepada Allah atau sekali rukuk kepada
Allah, melainkan Allah pasti menghapus dosanya karena sujud atau rukuk itu.
Allah menaikkannya satu drajad. (HR. Baihaqi).
Rukuk dan
sujud dalam sembahyang adalah penanda rasa rendah hati, penuh harap dan rasa
cinta yang mendalam dari seorang hamba kepada Allah. Ibaratnya, kita sedang
menunggu jawaban dari ungkapan cinta yang sedang kita nyatakan kepada kekasih
kita; kita merunduk-runduk sembari berharap banyak agar pernyataan cinta kita
dikabulkan kekasih kita. Begitulah rukuk dan sujud kita, seharusnya melebihi
ungkapan cinta kita kepada Allah Swt yang merupakan kekasih tercinta kita.
Kita
meyakinkan-Nya, bahwa hanya Dia satu-satunya yang paling kita cintai, bukan
penguasa yang lain. Kita merajuk kepada-Nya, bahwa Dia satu-ssantunya sumber harapan
agar masalah kita dapat terselesaikan. Dengan cara seperti itu, kita
meneguhakan diri bahwa Allah akan tersenyum sembari mengulurkan yangan-Nya
untuk mengirimkan bantuan menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.
Lebih
penting lagi, rukuk dan sujud dalam tahajud itu, hendaknya kita ejawantahkan
dalam kehidupan sehari-hari. Bentuknya, kita mentradisikan cara hidup rendah
hati, menghormati sesame, ibarat kita merundukan tubuh dan kepala kita di
persujudan. Dalam rukuk dan sujud social, kita tidak harus membungkuk-bungkuk
dan merunduk-runduk, tetapi membumikan nilai-nilai yang dikandung di dalamnya,
yakni sikap hidup makin berisi makin
merunduk, berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Hadits berikut menjelaskan
kepada kita, betapa penting makna sujud dalam shalat, dan membumikannya dalam
kehidupan kita sehari-hari. Sujud yang benar, yang memberi makna dalam
kehidupan social kita, akan membuat derajat kita diangkat oleh Allah Swt.
Dari Abu Abdulloh (Abu Abdurrahman
Tsauban) sahaya Rasululloh Saw. Berkata: saya mendengar Rasululloh bersabda:
Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja
sujud karena Allah, niscahya Allah mengangkat satu derajat dan Allah menghapus
satu kesalahanmu. (HR.
Muslim).
Sumber : Tahajud Energi Sejuta Mukjizat
