Kabar Semesta - Bila waktu tlah memanggil Teman sejati tinggalah amal Bila waktu tlah berhenti Teman sejati tinggalah sepi ...
Kabar Semesta - Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati tinggalah amal
Bila waktu tlah berhenti
Teman sejati tinggalah sepi
[Opick – Bila Waktu Tlah Berakhir]
Momentum itu sejalan dengan waktu. Sifatnya sangat cepat berlalu.
Maka hanya orang-orang sensitive yang mampu menangkap momentum itu untuk
,eledakkan potensinya menjadi prestasi. Setelah membekali dengan iman, ilmu,
dan memohon petunjuk dari Allah, kita perlu mengasah kecerdasan dan kepekaan
hati agar senantiasa proaktif memaknai momentum yang ada, menjemput bola bukan
sekedar menunggu gawang.
Orang-orang yang dikabulkan doanya sesungguhnya
kedahsyatannya bukan pada doa itu sendiri, tetapilebih kepada ketulusan,
kedekatan, keyakinan, dan seringnya dia mengisi “daftar hadir” di saat orang
absen karena tertidur dan terbuai nikmat duniawi maupun terlalu disibukkan oleh
perkara yang mengotori hati.
Seperti kisah budak hitam di Basrah yang amat dikabulkan
doanya karena ia selalu berasyik masyuk kepada Allah. Saat mereka bersama
memohon diturunkan hujan pada musim paceklik yang amat spanas tak dikabulkan.
Namun ketika dia, sendiri berdoa kepada Allah dengan ketulusan hati, Allah pun
mengabulkan doanya. Turunlah hujan.
Mengapa Abu Bakar paling mulia diantara para sahabat? Karena
beliau tidak melewatkan satu pun momentum kecuali ia mendapat bagian utama.
Begitu ada ilmu “baru” ada kesempatan baru, segeralah ia bergerak cepat. Bahkan
ketika melihat bahaya pun mempu segera menguasai situai. Karena hatinya bersih
dan pikirannya telah jernih.
Sumber : Zero to Hero
