Kabar Semesta - Namanya juga shalat tahajud, shalat malam, tentunya dilaksanakan dimalam hari. Namun, tentang waktunya, lagi-lagi seri...
Kabar Semesta - Namanya juga shalat tahajud, shalat malam, tentunya dilaksanakan dimalam hari. Namun, tentang waktunya, lagi-lagi sering dijadikan bahan perdebatan, apakah diakhir malam atau boleh di awal malam. Perdebatan semacam itu mungkin perlu, tapi bias mengaburkan substansi tahajud itu sendiri bila diteruskan tanpa ujung-pangkal pembicaraan. Dari tahajud itu, sebuah pertanyaan penting justru harus dilontarkan: ada apa dengan keheningan malam? Mengapa perlu di gelar shalat, ruang perjumpaan tuhan dan hamba, di tengah malam sunyi?
Sabda cinta Rosululloh berikut ini tampaknya dapat
menjelaskan, mengapa kita perlu menggelar tahajud di keheningan malam:
Dari Abu Hurairah,
sunnguh Rosululloh bersabda: “Tuhan setiap malam turun ke langit terdekat
(dengan bumi), saat malam tinggal sepertiga. Firman Tuhan: ‘Siapa memohon
kepada-Ku, niscahya Kuberi, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscahya
Kuampuni.’” (HR. Baihaqi).
Itulah jawaban, mengapa kita perlu mendirikan tahajud di
saat banyak orang terlelap dalam tidur panjang. Ganjaran setimpal bagi orang
yang merelakan ruanng dan waktunya untuk perjumpaan dengan sang kekasih
tercinta, adalah balasan cinta. Tahajud adalah bukti cinta kita kepada Allah,
dan dengannya pula Dia membalas cinta kita dengan cara mengabulkan segala doa
dan permintaan kita. Selain itu, bila kita telah lalai dan alpa, tak
segan-segan Dia memaafkan kita, sekali lagi, karena Dia mencintai kita.
Doa adalah senjata utama umat yang beriman. Ketika fisik tak
lagi kuat untuk melangkah menghadapi masalah, saat pikiran tak lagi kuasa
menembus tabir persoalan, maka, doa adalah jalan utama untuk menaklukkan itu
semua. Doa merupakan sarana kita untuk membangun sugesti positif, merangkai
kekuatan psikologis agar kita teguh dan tegar menghadapi masalah. Keteguhan dan
ketegaran kita, tak mudah putus asa dan patah semangat, itulah yang akan
menggerakkan revolusi diri kita. Bila disetiap malam kita selalu berseru: “Aku
pasti bias mengatasi masalah ini!” niscahya disetiap esok dan siang kita, kita
akan lebih percaya diri dalam menghadapi setiap lubang masalah yang menganga di
hadapan kita. Sebuah hadis Rasululloh berikut dapat menjadi rujukan menarik
bagi kita.
Dari Abu Faras Rabi’ah
bin Ka’ab al-Islamy, ia termasuk pelayan Rosululloh Saw. Dan termasuk ahli
suffah, ia berkata : Saya bermalam bersama Rosululloh Saw. Kemudian saya
menyediakan air wudhu dan kepentingan beliau yang lain. Kemudian beliau
bersabda: Mintalah sesuatu kepadaku! Kataku : saya berharap dapat menemani
engkau di surge! Beliau bertanya: apakah tidak ada permintaan yang lain?
Jawabku : hanya itu saja Rasululloh. Sabda Beliau: bantulah saya untuk
mengabulkan permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud. (HR. Muslim).
Sumber : Tahajud Energi Sejuta Mukjizat
