Kabar Semesta - Anugerah ain yang disematkan kepada orang yang gemar bertahajud adalah predikat sebagai ahli dzikir. Ahli dzikir ial...
Kabar Semesta - Anugerah ain yang disematkan kepada orang yang gemar bertahajud adalah predikat sebagai ahli dzikir. Ahli dzikir ialah mereka yang selalu menyempatkan ruang hatinya untuk mencintai Allah, jiwanya selalu berisi rindu yang membuncah untuk bertemu dengan-Nya, serta kesediaan untuk selalu mengingat-Nya di segala cuaca. Kanjeng Nabi bersabda :
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah,
Rasululloh bersabda : “Siapa yang bangun malam, membangunkan istri, lantas
shalat dua rakaat bersama, keduanya dicatat sebagai kelompok laiki-laki dan
perempuan yang banyak mengingat Allah di malam itu.” (HR. Baihaqi).
Mereka yang
tergolong sebagai ahli dzikir adalah manusia yang dibekali kemampuan untuk
mawas diri dan waspada karena kesadaran bahwa setiap langkah hidupnya berada
dalam pengawasan kekasih tercinta, yakni Allah Swt. Dengan pola hidup penuh
mawasdiri dan hati-hati, orang yang rajin tahajud kelak dihindarkan dari petaka
hidup, apapun bentuknya. Sebaliknya, dengan kewaspadaan tinggi terhadap
berbagai tipu daya dunia, konspirasi busuk, dan scenario jahat, mereka beroleh
kehidupan yang bahagia.
Tahajud akan
mengantarkan seorang muslim untuk melakukan refleksi diri, menghitung apa yang
telah diperbuatnya, dan menganalisis berbagai kemungkinan buruk dan baik yang
bakal dilalui dalam kehidupan esok hari. Dengan bekal kesadaran akan berbagai
kemungkinan baik dan buruk itu seorang yang rajin tahajud mempu menyiapkan
diri; ketika mendapatkan kebaikan dia segera bersyukur dan mencoba sekuat tenaga
untuk menghindari kesalahan kecil dan besar yang dapat menjerumuskanna kearah
petaka. Tahjud merupakan amal shaleh, yang ganjaranya sesungguhnya untuk
pelakunya sendiri. Seperti disampaikan oleh firman Allah :
“Siapa saja yang mengerjakan amal
shaleh (pahalanya) untuk dirinya sendiri.” (QS. Fusilat: 46).
Sumber : Tahajud Energi Sejuta Umat
